Nasib malang menimpa seorang pedagang nasi uduk di Bekasi yang mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban pencurian. Uang hasil dagangannya sebesar Rp 700.000 raib digondol pencuri, sebuah nominal yang sangat berarti bagi keberlangsungan usaha kecilnya. Insiden tersebut terjadi saat pedagang sedang sibuk melayani atau sedang lengah, di mana pelaku dengan cepat mengambil tas atau wadah penyimpanan uang milik korban. Bagi pedagang kecil, kehilangan uang sebesar itu bukan hanya sekadar kerugian materiil, tetapi juga hilangnya modal untuk belanja bahan baku keesokan harinya, yang akhirnya memicu rasa takut dan trauma untuk kembali membuka lapaknya di lokasi yang sama. Kisah ini memicu simpati dari warga sekitar dan netizen setelah viral di media sosial. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut karena menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah yang sedang berjuang mencari nafkah. Trauma yang dialami korban menunjukkan betapa kerentanan keamanan di ruang publik dapat berdampak langsung pada roda ekonomi rakyat kecil. Saat ini, kasus tersebut diharapkan mendapat perhatian dari pihak kepolisian setempat agar pelaku dapat segera ditangkap. Selain itu, adanya dukungan moral maupun bantuan dari komunitas sekitar diharapkan dapat membantu memulihkan mental dan kondisi ekonomi sang pedagang agar ia bisa kembali berjualan tanpa rasa was-was.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur