Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang beredar mengenai rencana distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada saat sahur selama bulan Ramadhan. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut tidaklah benar dan tidak sesuai dengan skema yang telah disusun oleh pemerintah. Penegasan ini disampaikan untuk merespons simpang siur di masyarakat mengenai waktu pelaksanaan program unggulan tersebut saat memasuki bulan puasa. Lodewyk menjelaskan bahwa fokus utama program ini tetap pada pemberian asupan gizi yang optimal bagi anak-anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya pada waktu yang telah ditentukan secara efektif, bukan dilakukan pada dini hari atau saat waktu sahur. Menurut pihak BGN, distribusi makanan tetap akan mengikuti ritme kebutuhan gizi harian yang logis dan memungkinkan secara operasional. Pembagian pada waktu sahur dinilai tidak praktis dan memiliki kendala teknis yang besar, mulai dari kesiapan tenaga distribusi hingga efektivitas penyerapan gizi pada jam tersebut. Pemerintah lebih memilih untuk menyesuaikan jadwal pemberian makan agar tetap selaras dengan ibadah puasa namun tidak menyulitkan para penerima manfaat maupun petugas di lapangan. Selain meluruskan isu waktu distribusi, BGN juga memastikan bahwa kualitas nutrisi dalam setiap paket makanan tetap menjadi prioritas utama. Evaluasi terus dilakukan agar program ini berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi muda tanpa terganggu oleh disinformasi yang berkembang. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah memercayai kabar yang bukan berasal dari saluran resmi pemerintah. Lodewyk menekankan bahwa setiap perubahan teknis terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, terutama saat momen hari besar keagamaan, akan diumumkan secara formal melalui prosedur yang transparan.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur