Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Tangerang Selatan menuai kritik dari para orang tua siswa. Keluhan ini muncul setelah sejumlah menu yang disajikan, seperti siomay dan bakpao, dianggap tidak layak konsumsi karena mengeluarkan aroma tidak sedap dan memiliki tekstur yang kurang baik. Beberapa orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka enggan menyantap makanan tersebut karena kondisinya yang tampak tidak segar. Selain masalah bau, aspek kebersihan dan kandungan gizi dari jenis makanan ringan seperti bakpao dan siomay juga dipertanyakan efektivitasnya dalam mendukung kesehatan siswa di sekolah. Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa boga atau katering yang ditunjuk. Para orang tua berharap pengawasan terhadap standar kualitas makanan dilakukan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat program ini menggunakan anggaran negara dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Hingga saat ini, pihak berwenang tengah meninjau kembali proses distribusi dan penyajian makanan di sekolah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap hidangan yang sampai ke tangan siswa benar-benar sehat, higienis, dan sesuai dengan standar nutrisi yang telah ditetapkan pemerintah.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur