Pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dan mantan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah ini merupakan strategi yang tepat untuk memperkuat sistem keamanan nasional Indonesia di tengah perubahan cepat dinamika geopolitik global. Pernyataan ini disampaikan Purnomo usai menghadiri diskusi PYC Talks bertema “Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global” di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Purnomo menjelaskan bahwa konsep DPN yang diterapkan saat ini memiliki kemiripan dengan pembentukan Homeland Security di Amerika Serikat setelah serangan 11 September 2001. Pada saat itu, Amerika Serikat menyadari bahwa meskipun memiliki kekuatan militer yang besar, mereka tetap rentan terhadap ancaman domestik. "Sebelum 9/11, kekuatan militer Amerika selalu didedikasikan untuk kepentingan luar. Namun, setelah 9/11, semua terkejut, ternyata Amerika yang begitu kuat juga bisa jebol. Maka dari itu, muncul homeland security," ungkap Purnomo.
Menurut Purnomo, DPN dibentuk tidak hanya untuk menghadapi ancaman militer dari luar, tetapi juga untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keselamatan bangsa dari potensi gangguan di dalam negeri, baik yang bersifat fisik, sosial, maupun siber. Ia menekankan pentingnya DPN dalam menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Purnomo juga menilai bahwa koordinasi antara lembaga-lembaga utama pertahanan dan keamanan saat ini sudah berjalan dengan baik. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa strategi Indonesia tetap menganut prinsip defensif aktif, yang bersifat bertahan namun siap bertindak jika kedaulatan dan keselamatan bangsa terancam. "Kita tidak selalu ingin ofensif, kita defensif. Tetapi jika terkait dengan kedaulatan, NKRI, dan keselamatan bangsa, kita harus turun tangan," jelas Purnomo.
Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Purnomo Yusgiantoro sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem keamanan nasional. Dengan mengadopsi konsep yang mirip dengan Homeland Security di Amerika Serikat, DPN diharapkan dapat menghadapi berbagai ancaman baik dari luar maupun dalam negeri. Koordinasi yang baik antara lembaga pertahanan dan keamanan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keselamatan bangsa. Strategi defensif aktif yang diterapkan Indonesia menunjukkan kesiapan negara dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur