clock December 24,2023
Cerita Bos Buzzer Diminta untuk Imbangi Pemberitaan Kasus Harvey Moeis

Cerita Bos Buzzer Diminta untuk Imbangi Pemberitaan Kasus Harvey Moeis

Seorang pengelola jaringan penyebar opini atau yang dikenal sebagai bos buzzer mengungkapkan pengakuan mengenai adanya pesanan khusus untuk mengimbangi narasi pemberitaan terkait kasus hukum yang menjerat Harvey Moeis. Dalam pengakuannya, ia menyebut bahwa terdapat instruksi untuk menyusun dan menyebarkan konten-konten tertentu di media sosial guna memberikan perspektif lain atau mengalihkan perhatian publik dari substansi kasus korupsi tata niaga timah yang sedang berjalan. Operasi ini dilakukan dengan melibatkan banyak akun untuk menciptakan kesan adanya dukungan atau pembelaan secara organik dari masyarakat.


Strategi yang dijalankan meliputi pembuatan narasi yang berusaha mengaburkan fakta persidangan atau menonjolkan sisi lain dari sosok yang sedang berperkara. Konten-konten tersebut disebarkan secara masif melalui berbagai platform digital untuk memengaruhi persepsi publik yang selama ini didominasi oleh pemberitaan negatif terkait kerugian negara yang sangat besar dalam kasus tersebut. Sang pengelola mengakui bahwa setiap kampanye digital yang dijalankan memiliki target jangkauan tertentu dan didukung oleh pendanaan yang diatur sedemikian rupa agar pergerakan narasi di internet terlihat natural.


Munculnya pengakuan ini menyingkap tabir mengenai bagaimana ekosistem media sosial sering kali digunakan sebagai alat untuk melakukan "perang opini" dalam kasus-kasus hukum besar. Hal ini memicu diskusi luas mengenai etika penggunaan jasa buzzer dalam memengaruhi jalannya opini publik serta potensi distorsi informasi yang dapat menghambat pemahaman masyarakat terhadap fakta hukum yang sebenarnya. Pihak berwenang dan pengamat komunikasi pun mengingatkan pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar tidak mudah terjebak oleh narasi buatan yang sengaja diciptakan untuk kepentingan pihak tertentu.


Praktik penggunaan jasa buzzer untuk mengimbangi pemberitaan kasus Harvey Moeis menunjukkan adanya upaya sistematis dalam memanipulasi persepsi publik di ruang digital terkait isu hukum yang sensitif. Fenomena ini mempertegas tantangan dalam menjaga objektivitas informasi di tengah masifnya peredaran konten pesanan yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari fakta-fakta utama dalam sebuah kasus korupsi besar.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories