clock December 24,2023
Perolehan Kontrak Baru ADHI Capai Rp 14,1 Triliun hingga November 2025, Dominasi Proyek Gedung dan Infrastruktur

Perolehan Kontrak Baru ADHI Capai Rp 14,1 Triliun hingga November 2025, Dominasi Proyek Gedung dan Infrastruktur

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaporkan perolehan kontrak baru hingga akhir November 2025 mencapai Rp 14,1 triliun, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan capaian bulan Oktober 2025 yang sebesar Rp 7,8 triliun. Mayoritas kontrak baru tersebut berasal dari proyek gedung yang menempati porsi 65 persen, diikuti proyek infrastruktur 20 persen, segmen engineering, procurement, construction (EPC) 5 persen, serta kategori lain 10 persen.

Dari sisi pendanaan, kontribusi terbesar bersumber dari pemerintah sebesar 74 persen, sementara BUMN atau BUMD menyumbang 19 persen, dan sektor swasta 7 persen. Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak masih bertumpu pada segmen engineering dan konstruksi sebesar 93 persen, diikuti property dan hospitality 4 persen, investasi dan konsesi 2 persen, serta manufaktur 1 persen.

Peningkatan kontrak baru ini ditopang oleh sejumlah proyek infrastruktur pemerintah, termasuk pembangunan gedung dan kawasan lembaga legislatif serta yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, ADHI juga menangani proyek Sekolah Rakyat tahap II Provinsi Jawa Tengah, Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap II, dan Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru.

Manajemen ADHI menilai capaian kontrak baru ini mencerminkan strategi perseroan dalam memperkuat portofolio proyek serta menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha di tengah dinamika industri konstruksi.

Dengan pipeline proyek yang semakin solid, ADHI menilai perolehan kontrak Rp 14,1 triliun hingga November 2025 sebagai penguatan kinerja operasional dan keuangan perseroan ke depan, sekaligus memperkokoh posisi ADHI dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories