clock December 24,2023
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf: Harapan untuk Kebersamaan dan Keutuhan Organisasi

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf: Harapan untuk Kebersamaan dan Keutuhan Organisasi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menegaskan pentingnya menjaga keutuhan dan kebersamaan dalam organisasi yang dipimpinnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas permintaan yang menginginkannya mundur dari posisi Ketua Umum PBNU. "NU bukan merasa penting, tapi kita berharap ada kepada semua pihak untuk ya menghargai keinginan-keinginan kami untuk tetap utuh satu organisasi, satu kebersamaan," ujar Gus Yahya dalam konferensi pers yang dikutip dari Kompas TV, Rabu (26/7/2025).


Gus Yahya menegaskan bahwa pengurus NU dari berbagai tingkatan menolak pemberhentiannya dari kursi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, pemberhentian siapapun di PBNU harus dilakukan melalui proses muktamar. Gus Yahya sendiri ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU di Lampung pada Desember 2021. "Menolak adanya pemberhentian siapapun, apalagi mandataris sampai dengan muktamar yang akan datang. Itu sudah disampaikan jajaran pengurus di berbagai tingkatan," tegas Gus Yahya.


Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq, mendorong terjadinya islah atau perdamaian terkait isu kepemimpinan di PBNU. "Kita teman-teman wilayah ini mengimbau, menganjurkan, untuk terjadi islah, apapun alasannya," ujar Muhyidin. Ia menekankan bahwa Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU hanya bisa diberhentikan lewat mekanisme Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).


Muhyidin menjelaskan bahwa Rais Aam maupun Ketua Umum tidak bisa diberhentikan di tengah jalan, kecuali lewat muktamar, baik itu muktamar biasa maupun luar biasa. PWNU se-Indonesia mendorong adanya islah, minimal hingga terselenggaranya Muktamar ke-35 yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 2026. Jika tidak terjadi islah, ia khawatir PBNU justru tidak akan lagi menggelar muktamar dalam waktu yang lama di masa depan. "Kesepakatan teman-teman wilayah se-Indonesia ini mengimbau supaya islah, sampai dengan pada Muktamar-lah," ujar Muhyidin.


Diketahui, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diberhentikan dari posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan surat edaran nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025. Namun, keputusan ini menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai pihak dalam organisasi, yang menekankan pentingnya proses muktamar dalam pengambilan keputusan besar seperti pemberhentian Ketua Umum.


Dengan adanya situasi ini, diharapkan semua pihak dapat menjaga kebersamaan dan keutuhan organisasi, serta menghormati mekanisme yang telah ditetapkan dalam AD/ART NU. Kebersamaan dan integritas organisasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan dinamika yang ada.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories