Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Target ambisius yang dicanangkan adalah menurunkan tingkat kemiskinan hingga mencapai angka 5 persen pada tahun 2029. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi nasional yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lapisan bawah dan penguatan jaring pengaman sosial di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengandalkan sejumlah program prioritas yang mencakup peningkatan akses pendidikan, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta optimalisasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Cak Imin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
Selain intervensi ekonomi, fokus juga diarahkan pada perbaikan infrastruktur dasar di daerah-daerah tertinggal guna memutus rantai kemiskinan struktural. Pemerintah optimistis bahwa dengan konsistensi kebijakan dan partisipasi aktif dari berbagai sektor, target penurunan kemiskinan ini bukan sekadar angka, melainkan perubahan nyata bagi kesejahteraan rakyat. Langkah-langkah konkret akan terus dimonitor secara berkala untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dengan linimasa yang telah ditetapkan hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Pemerintah melalui pernyataan Muhaimin Iskandar menetapkan target penurunan angka kemiskinan nasional menjadi 5 persen pada tahun 2029 melalui serangkaian program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial yang lebih terintegrasi. Fokus utama dari kebijakan ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dan memastikan pertumbuhan ekonomi nasional memberikan dampak positif yang merata bagi seluruh lapisan warga negara.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur