Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi ditetapkan sebagai salah satu titik pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Ini merupakan momen bersejarah lantaran untuk pertama kalinya fasilitas ibadah di pusat pemerintahan baru tersebut digunakan sebagai lokasi observasi resmi oleh otoritas terkait.
Pemilihan Masjid IKN sebagai titik pantau didasarkan pada posisi geografisnya yang dinilai strategis untuk melakukan pengamatan benda langit. Lokasi ini diharapkan dapat memberikan data akurat mengenai ketinggian hilal serta elongasi bulan, yang nantinya akan dilaporkan dalam sidang isbat tingkat nasional. Tim ahli dari berbagai lembaga terkait telah disiagakan di lokasi tersebut dengan dukungan peralatan observasi yang mumpuni.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengintegrasikan fungsi infrastruktur di IKN dengan kegiatan keagamaan dan ilmiah nasional. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Negara IKN kini mulai memainkan peran penting dalam tradisi penentuan kalender Islam di Indonesia, bersanding dengan puluhan titik pantau lainnya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Hasil pengamatan dari titik pantau di IKN ini akan segera dikirimkan ke pusat data kementerian terkait untuk diverifikasi. Masyarakat luas menantikan hasil pemantauan ini sebagai panduan resmi dalam mengawali ibadah puasa di tahun 2026, sekaligus menandai peran aktif IKN dalam peristiwa-peristiwa penting kenegaraan dan keagamaan di masa depan.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur